x

Pameran Karya Fellowship MIL Dorong Penguatan Pers Mahasiswa

Jakarta, 11 November 2025- Aliansi Jurnalis Indonesia (AJI) bersama  Forum Alumni Perhimpunan Pers Mahasiswa Indonesia (FA PPMI) dan UNESCO menyelenggarakan pameran karya Media and Information Literacy (MIL) di Kampus Universitas Kristen Krida Wacana (UKRIDA), Jakarta Barat, pada Senin (10/11). Pameran ini dilaksanakan guna mengenalkan program pendanaan MIL yang telah dilaksanakan dari berbagai lembaga pers mahasiswa (LPM). 

Terdapat lima LPM yang lolos dan mendapatkan pendanaan tersebut.  LPM Retorika Universitas Airlangga, LPM Dedikasi IAIN Kediri, LPM Profesi Universitas Negeri Makasar, Unit Kegiatan Pers Mahasiswa (UKPM) Zawiyah IAIN Langsa dan LPM Paradigma UIN Sunan Kudus.

Pameran tersebut menghadirkan perwakilan anggota LPM Dedikasi, Lutfia Kholifatur dan UKPM Zawiyah,  Tsaqila Rizki sebagai pembicara. 

Sambil mengelilingi karyanya yang sedang dipamerkan, Tsaqilah atau yang akrab dipanggil Qila menjelaskan UKPM Zawiyah mengadakan workshop yang berfokus pada peningkatan literasi media dan informasi dengan tema yang bertajuk “Transformasi Literasi Media di Era digital: Tantangan etika dan Peran Generasi Muda”.

“Kami memilih tema ini dengan melihat situasi dan hubungan media dengan generasi muda hari ini. Menurut kami, penting untuk memanfaatkan media di era digital sekarang dengan baik dan kritis” ucap Qila 

Kegiatan workshop tersebut, lanjut Qila, dilaksanakan selama dua hari. Kegiatan ini melibatkan peserta dari kalangan mahasiswa yang tergabung dalam organisasi pers kampus. 

“Kami mengundang seluruh anggota LPM yang ada di Langsa, kota kami, dengan total peserta sebanyak dua puluh dua orang.  Dua puluh dua peserta pada hari pertama dan sembilan belas orang peserta pada hari kedua” sautnya

Qila menyatakan, workshop tersebut diisi dengan kegiatan pembekalan materi, bermain games serta forum grup diskusi. 

“Hari pertama kami membuka acara dengan memberikan pengantar materi tentang dasar dasar Media and Information Literacy (MIL) dilanjut membahas terkait etika AI dan ujaran kebencian di sosial media pada hari kedua” ucap Qila

Senada, Lutfia Kholifatur mengaku LPM Dedikasi turut mengadakan kegiatan pelatihan yang diikuti oleh siswa-siswi dari pondok pesantren. Menurutnya, siswa-siswi pondok perlu ditanamkan perihal penyebaran informasi dan literasi yang baik. 

“Teman-teman media yang lain mungkin sudah tau soal isu-isu tentang tema MIL ini, tapi kan berbeda dari anak-anak di pesantren. Karena itu, kita ingin mengajak mereka agar mereka lebih melek terhadap hal ini” tegasnya.

Lutfia mengatakan LPM Dedikasi harus mengajukan surat delegasi pada setiap pesantren yang sudah ditargetkan. Mereka memfokuskan kepada tim media dari masing-masing pondok untuk mengikuti pelatihan. 

“Kami mengirim lima belas surat undangan, dan alhamdulillah mereka bersedia mendelegasikan tim medianya. Total ada sekitar tiga puluh orang anggota yang hadir,” ucap Lutfia

Dalam kegiatannya, lanjut Lutfia, mereka ingin siswa-siswi pondok pesantren agar lebih tahu tentang bagaimana arus literasi di media. Khususnya, media tidak hanya sebagai tempat publikasi saja, tetapi harus sebagai media literasi untuk masyarakat luas. 

“Kami melihat bahwa konten media pesantren selama ini sebagian besar masih berfungsi sebagai dokumentasi kegiatan saja. Sedangkan, media seharusnya bisa memproduksi konten yang lebih kritis dan bermakna.” saut Lutfia

Dalam persiapan menuju kegiatan pelatihan, ucap Lutfia, mereka tidak jarang menghadapi kesulitan. Mulai dari rumitnya berkoordinasi dengan anggota dan pengurus hingga mencari pemateri.

“Sulit untuk bertemu dengan dengan teman-teman kita terlebih lagi angkatan aku, karena  banyak yang sedang kkn. Kami juga sempat kesusahan mencari  pemateri tapi akhirnya terselesaikan juga” ungkapnya

Ia mengaku, Atikah selaku mentor dari AJI yang diwakili untuk membersamai mereka ikut membantu dalam menyelesaikan masalah-masalah tersebut.

“Setiap Jumat ada mentoring lewat zoom yang diinisiasi sama Mbak Atikah untuk membahas persiapan kita. Dari situ, Mbak Atikah memberikan kami banyak saran dan juga solusi.” tegasnya.

Kegiatan pameran ini merupakan bagian dari rangkaian kegiatan MIL Training. Sebelumnya, peserta mengikuti pelatihan dengan pilihan daring maupun luring. Pasca pelatihan peserta mengirimkan proposal pendanaan untuk diseleksi. Lima LPM yang mendapatkan pendanaan mendapatkan pendampingan dari mentor. 

Di akhir program ditutup dengan kegiatan Media and Information Literacy Changemaker Seminar & Exhibition: In Conjunction with Global MIL Week 2025 pada 10-12 November 2025. 

 

Share