x

Penghargaan Tasrif Award dan Udin Award 2015

Pada Hari Ulang Tahun ke-21, 7 Agustus 2015, Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Indonesia kembali akan memberikan penghargaan Tasrif Award, Udin Award, dan SK Trimurti Award 2015.

Tasrif Award diberikan kepada individu/kelompok/lembaga yang gigih menegakkan kebebasan pers, kebebasan berekspresi, dan nilai-nilai keadilan serta demokrasi. AJI Indonesia membangun tradisi penghargaan Tasrif Award untuk menghidupkan semangat Bapak Kode Etik Jurnalistik Indonesia itu memperjuangkan kemerdekaan pers dan kemerdekaan  berpendapat.

Udin Award diberikan kepada individu jurnalis/ kelompok jurnalis yang menjadi korban kekerasan dalam menjalankan tugas jurnalistiknya secara profesional. Selain untuk menghormati jurnalis/kelompok jurnalis yang menjadi korban kekerasan, Udin Award juga diselenggarakan untuk mengingatkan masyarakat bahwa masih ada ancaman bagi kebebasan pers.

Disamping itu AJI Indonesia juga akan memberikan SK Trimurti Award bagi jurnalis perempuan/aktivis perempuan, sebagai upaya untuk mengenang dan menghormati Soerastri Karma Trimurti. Ia adalah pahlawan nasional sekaligus salah satu jurnalis perempuan pertama Indonesia.                                       

Kami mengundang lembaga yang Bapak/Ibu pimpin untuk mengusulkan nama calon penerima Tasrif Award, Udin Award, dan SK Trimurti Award 2015.

Pengajuan usulan nama calon paling lambat kami terima tanggal 31 Juli melalui email AJI Indonesia: sekretariat@ajiindonesia.or.id atau fax ke nomor (021) 3151261 atau per pos ke AJI Indonesia Jalan Kembang Raya No. 6, Kwitang, Senen, Jakarta Pusat 10420.

*****************

 

 

Latar Belakang Tasrif Award dan Udin Award 2015

Suardi Tasrif, Bapak Kode Etik Jurnalistik Indonesia, semasa hidupnya tak kenal menyerah dalam memperjuangkan kemerdekaan pers. Suardi Tasrif juga gigih memperjuangkan kemerdekaan berpendapat, hak konstitusional yang selalu disebut-sebut sebagai hak fundamental yang menjadi jalan bagi dipenuhinya berbagai hak asasi manusia lainnya.

Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Indonesia mengabadikan namanya sebagai penghargaan bagi perorangan maupun kelompok atau lembaga yang gigih memperjuangkan kemerdekaan pers dan berpendapat pada umumnya.

Penghargaan Suardi Tasrif atau Suardi Tasrif Award, disingkat menjadi Tasrif Award diberikan pertama kali kepada Munir, koordinator Badan Pekerja Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS) di tahun 1998.

Bersama Kontras, Munir memenangi Tasrif Award karena kegigihan mereka dalam mengungkapkan kasus penculikan terhadap para aktivis oleh para anggota Komando Pasukan Khusus (Kopassus) TNI-AD. Munir kemudian meninggal karena dibunuh di dalam pesawat Garuda dalam perjalanannya  menuju Amsterdam, Belanda dari Jakarta, karena tak pernah surut mengungkap berbagai tindakan aparat negara merampas hak asasi warganya.

Selain memberikan Tasrif Award, sejak 1998 AJI Indonesia bersama Institut Studi Arus Informasi—ISAI, juga membangun tradisi Penghargaan Fuad Muhammad Syafruddin yang kemudian lebih dikenal dengan nama Udin Award. Udin adalah jurnalis Harian Bernas  Yogyakarta, yang dianiaya orang tidak dikenal pada 13 Agustus 1996, dan meninggal tiga hari kemudian. Ia dibunuh karena memberitakan korupsi dan politik uang yang terjadi di Kabupaten Bantul.

Udin Award  diberikan kepada jurnalis maupun kelompok jurnalis yang menjadi korban kekerasan. Pada 1997 Udin Award diberikan kepada Tim Kijang Putih, sekelompok wartawan dari berbagai media yang bekerja di Yogyakarta. Tim ini gigih melakukan investigasi bersama untuk mengungkap kasus pembunuhan Udin.

Tahun 1998 Udin Award diberikan kepada Bambang Budjono dan Margiono, pimpinan majalah D&R untuk keteguhan mereka dalam menghadapi kekuasan yang tersinggung karena majalah tersebut memuat karikatur "Soeharto Raja Kartu Sekop" pada sampul majalah. Udin Award diberikan setiap tahun sekali bertepatan dengan HUT AJI bersamaan dengan diumumkannya pemenang Tasrif Award.

Penghargaan Tasrif Award dan Udin Award diberikan AJI Indonesia setiap tahun ketika AJI memperingati hari jadinya. Menjelang peringatan hari jadinya ke 21, AJI Indonesia akan kembali menganugerahkan Tasrif Award para pihak yang berjasa memperjuangkan kebebasan berpendapat dan Udin Award bagi jurnalis yang menjadi korban kekerasan terhadap pers.

SASARAN

  1. Kalangan media massa;
  2. Lembaga-lembaga yang bergerak dalam bidang penegakan kebebasan pers dan kemerdekaan berpendapat;
  3. Individu

TUJUAN TASRIF AWARD 2015

  1. Mengingatkan masyarakat akan semangat Suardi Tasrif, Bapak Kode Etik Jurnalistik Indonesia, yang semasa hidupnya tak kenal menyerah dalam memperjuangkan kemerdekaan pers dan berpendapat pada umumnya dan melanjutkan tradisi pemberian penghargaan bagi perorangan maupun kelompok atau lembaga yang tidak kenal menyerah dalam memperjuangkan kemerdekaan pers dan kemerdekaan berpendapat;
  2. Memberikan penghargaan dan penghormatan kepada mereka yang gigih memperjuangkan hak mengemukakan pendapat/kemerdekaan berpedapat dengan cara-cara yang damai;
  3. Memberikan penghargaan dan penghormatan kepada mereka yang telah mendedikasikan dirinya untuk membantu pers dalam mengungkap masalah-masalah ketidakadilan yang tersembunyi atau disembunyikan;
  4. Merangsang segenap anggota masyarakat untuk aktif membantu pers dalam  mengungkap problem-problem ketidakadilan yang tersembunyi atau disembunyikan;

KRITERIA UMUM TASRIF AWARD 2015

  1. Individu/kelompok/lembaga yang membantu pers untuk bisa memenuhi hak publik atas informasi;
  2. Individu/kelompok/lembaga yang membantu pers untuk mengefektifkan fungsi pers sebagai lembaga kontrol sosial;
  3. Individu/kelompok/lembaga yang membantu pers untuk mengungkap masalah ketidakadilan yang tersembunyi atau disembunyikan;

KRITERIA KHUSUS TASRIF AWARD 2015

  1. Individu/kelompok/lembaga yang mendedikasikan dirinya untuk terlibat dalam proses penegakan nilai-nilai keadilan dan demokrasi;
  2. Individu/kelompok/lembaga yang terbukti memiliki komitmen dan integritas moral untuk terlibat dalam proses penegakan nilai-nilai keadilan dan demokrasi;
  3. Individu/kelompok/lembaga yang dalam setahun ini (terhitung sejak Agustus 2014-Juni 2015) mengungkap kasus ketidakadilan yang memiliki signifikasi sosial, budaya, hukum, ekonomi dan politik dalam kehidupan masyarakat Indonesia.

TUJUAN UDIN AWARD 2015

  1. Mengingatkan masyarakat akan perjuangan Fuad Muhammad Syafruddin alias Udin dan melanjutkan tradisi pemberian Udin Award untuk menghormati dan terus memberikan perhatian terhadap jurnalis maupun kelompok jurnalis yang menjadi korban kekerasan, terutama kekerasan yang dilakukan aparat negara pada saat menjalankan tugas jusrnalistiknya;
  2. Mengingatkan masyarakat akan pentingnya pers yang bebas dan independen sebagai salah satu pilar demokrasi;
  3. Mengajak masyarakat untuk bersama-sama dengan semua pihak yang peduli dan terus memperjuangkan serta menjaga kebebasan pers dan kemerdekaan berpendapat pada umumnya;

KRITERIA UMUM UDIN AWARD 2015

1.   Seorang/sekelompok jurnalis yang telah bekerja di dunia jurnalistik sedikitnya selama tiga tahun berturut-turut;

2.   Seorang/sekelompok jurnalis yang teruji dan terbukti memiliki kemampuan profesional jurnalisitik;

3.   Seorang/sekelompok jurnalis yang menjadi korban kekerasan, baik kekerasan fisik maupun psikis, akibat aktivitas jurnalsitiknya;

 

KRITERIA KHUSUS UDIN AWARD 2015

1.   Seorang/sekelompok jurnalis yang terbukti dan teruji telah mendedikasikan dirinya untuk tugas-tugas jurnalisitik;

2.   Seseorang/sekelompok jurnalis yang terbukti dan teruji memiliki komitmen dan integritas moral dalam upaya menegakkan kebebasan pers, demi kebenaran dan keadilan;

3.   Seseorang/sekelompok jurnalis yang terhitung sejak Agustus 2012 hingga Juni 2015 menjadi korban kekerasan, baik fisik maupun psikis, sebagai akibat mengungkap permasalah sosial yang memiliki signifikasi dalam kehidupan masyarakat Indonesia.

Mekanisme pencalonan penerima Tasrif dan Udin Award 2015

  1. Pencalonan kandidat peraih Tasrif Award 2015 dan Udin Award 2015 dapat dilakukan oleh organisasi masyarakat sipil dan atau AJI Kota.
  2. Kandidat dapat dipilih dari individu/kelompok yang masih hidup maupun yang telah meninggal ataupun dibubarkan, dengan mempertimbangkan kesesuaian pencalonan dengan situasi kemerdekaan pers dan kebebasan berpendapat saat ini.
  3. Lembaga yang mencalonkan kandidat Tasrif Award 2015 dan Udin Award 2015 harus mengisi formulir pencalonan. (terlampir)
  4. Setiap individu/kelompok hanya dapat dicalonkan untuk salah satu penghargaan, yaitu Tasrif Award 2015 atau Udin Award 2015.
  5. Formulir pencalonan harus ditandatangani oleh Pimpinan organisasi yang mencalonkan, yaitu Ketua dan Sekretaris, atau jabatan sejenis di masing-masing lembaga yang mencalonkan.
  6. Formulir pencalonan dikirimkan dengan lampiran riwayat singkat kandidat yang menjelaskan mengapa yang bersangkutan layak menjadi penerima Tasrif Award atau Udin Award 2015.
  7. Pencalonan kandidat peraih Tasrif Award 2015 dan Udin Award 2015 dibuka mulai  Juli sampai dengan 1 Juli 2015.
  8. Verifikasi kelengkapan berkas pencalonan akan dilakukan Sekretariat AJI Indonesia pada  Juni sampai dengan 31 Juli 2014.
  9. Sekretariat AJI Indonesia akan memberitahukan kekurangan berkas pencalonan kandidat penerima Tasrif Award 2015 dan Udin Award 2015 mulai 21 Juli hingga 31 Juli 2015.
  10. Batas waktu melengkapi berkas pencalonan kandidat adalah 31 Juli 2015. Hanya berkas pencalonan kandidat yang lengkap yang akan diserakan kepada Tim Juri untuk dinilai.
  11. Tim juri Tasrif Award dan Udin Award akan menyeleksi dan menilai masing-masing kandidat mulai 3 Agustus - 10 Agustus 2015.
  12. Selambat-lambatnya pada 21 Agustus 2015, tim juri Tasrif Award dan Udin Award akan melakukan rapat terakhir untuk memutuskan peraih Tasrif Award 2015 dan Udin Award 2015.
  13. Pengumuman peraih Tasrif Award 2015 dan Udin Award 2015 dilakukan dalam malam resepsi peringatan Hari Jadi AJI 2015.
  14. Keputusan tim juri tidak dapat diganggu gugat.

*********************************

Download Formulir Kandidat Pencalonan Tasrif dan Udin Award

Share