Workshop Pengisian Konten Berita Online dan Pemanfaatan Sosial Media Untuk Isu Lingkungan, Gender dan Perdamaian
Workshop Pengisian Konten berita online dan pemanfaatan sosial media untuk isu lingkungan, gender, perdamaian.
Merebaknya konten informasi yang meresahkan di beberapa media mainstream dan social kian meningkatkan pengaduan publik terhadap konten yang tidak berkualitas yang dihasilkan oleh media massa baik online, cetak maupun televisi.
Media-media baru selalu hadir seiring dengan perkembangan teknologi. Perkembangan media juga dipengaruhi oleh faktor social dan ekonomi masyarakat. Penemuan mesin cetak oleh Gutenberg melahirkan media cetak pada abad 18. Pada tahun 1920-an munculnya radio melahirkan jurnalisme radio.
Begitu pula kehadiran televise pada pertengahan abad 20 melahirkan jurnalisme broadcasting. Pada setiap zaman jurnalisme menghadapi tantangannya yang khas. Tantangan-tantangan itu muncul terutama karena medium penyampai pesan yang terus berkembang juga memiliki karakternya sendiri yang unik.
Seperti saat ini, masyarakat mulai beralih untuk mendapatkan informasi lewat media online. Bahkan, media social menjadi salah satu barometer masyarakat yang melek internet, untuk mendapatkan informasi. Tetapi, nyatanya, media sosial yang menjadi rujukan informasi, tidak menghadirkan fakta yang akurat. Bahkan, opini penulis dijadikan sebagai bagian dari fakta. Seperti dalam kasus penyebaran informasi kasus Tolikara, Papua atau kasus lain yang menyangkut SARA, lingkungan dan gender.
Bukan hanya media sosial yang bermasalah dalam menghadirkan fakta lapangan, agar masyarakat tidak terjebak pada informasi yang salah. Tetapi, media online mainstream pun demikian adanya. Dengan mengandalkan kecepatan, media terkadang tidak melakukan cek dan ricek bahkan hanya mengandalkan satu sumber dalam menyajikan fakta. Hal ini, tentu berimbas pada informasi yang disajikan menjadi tidak akurat.
Cepatnya arus informasi, membuat informasi tersebut cepat menyebar dan membuat aksi lapangan masyarakat. Sehingga, informasi yang salah yang dihasilkan media online, bias berakibat buruk atau malahan memperburuk situasi.
Untuk itu, ditengah berkembangnya media online baik di Jakarta maupun diberbagai daerah. Jurnalis dituntut untuk semakin menyajikan informasi yang berkualitas agar bias menjadi rujukan masyarakat, terutama terkait informasi yang sensitif dimasyarakat seperti isu agama, ras, lingkungan dan gender, yang sering kali menyedot perhatian khalayak.
AJI Indonesia, sebagai lanjutan dalam pelatihan membangun media online dan sosial media sebagai disiminasi informasi, akan melanjutkan pelatihan ketahan berikutnya, dengan focus pada pengisian konten online yang berkualitas.
Maksud danTujuan:
- Melakukan penyebaran informasi atau konten yang berkualitas dari berbagai daerah media berbasis internet.
- Optimalisasi penggunaan media berbasis internet untuk kampanye perdamaian, lingkungan dan gender dengan konten anti SARA.
- Semakin menyebarnya konten berkualitas atau informasi yang akurat di media berbasis internet
Waktu dan Tempat
Waktu : Sabtu-Minggu, 5-6 September 2015
Pukul : 09.00 – 21.00 wib
Tempat : Wisma Griya Patria
Jl. Pejaten Barat No. 16 Kemang, Jakarta 12550 Indonesia.
Peserta
Peserta sekitar 15-20 orang, yang terdiri dari anggota Aliansi Jurnalis Independen serta jurnalis yang aktif dalam menyebarkan informasi lewat media lokal.
Penyelenggara
Penyelenggara adalah Aliansi Jurnalis Independen dan Development and Peace.
Lamaran dikirimkan ke AJI Indonesia dengan perihal :
Workshop Pengisian Konten Berita Online dan Pemanfaatan Sosial Media
Melalui email:
sekretariat@ajiindonesia.or.id
Selambat-lambatnya tanggal 20 Agsutus 2015
Panitia akan melakukan seleksi terhadap semua lamaran yang masuk berdasarkan kelengkapan persyaratan pendaftaran. Setiap pelamar akan menerima pemberitahuan mengenai terpilih atau tidaknya sebagai peserta via email tanggal 24 Agustus 2015.
- 21 kali dilihat





