AJI Serukan Kebebasan Pers di Asia Pasifik
Dalam Bali Democracy Forum (BDF V) pada 7-9 2012 di Nusa Dua, Bali Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Indonesia menyampaikan pernyataan sikap. Dalam kesempatan ini AJI mendorong pemerintah negara-negara Asia Pasifik agar meningkatkan kualitas kebebasan pers, hak publik mendapatkan informasi, dan menyerukan penghentian kekerasan terhadap jurnalis di kawasan Asia Pasifik, termasuk Indonesia.
Khusus terhadap pemerintah Indonesia, AJI mendorong agar pelaku kekerasan terhadap jurnalis diberikan sanksi setimpal sesuai hukum yang berlaku. Seperti dalam kasus kekerasan perwira TNI AU terhadap jurnalis di Pakanbaru, dan kasus2 lainnya.
Pemerintah Indonesia harus membuktikan dirinya sebagai rejim yang menghormati kebebasan pers, menegakkan hukum, menghormati hak asasi manusia, agar menjadi contoh baik di kawasan Asia-Pasifik.
Forum BDF janganlah hanya jadi make-up untuk mengekspoitasi demokrasi formal dan pembangunan ekonomi, tapi mengabaikan demokrasi yang substansial.
Melalui Bali Democracy Forum V AJI mendesak kepada perusahaan media, agar menaati aturan ketenagakerjaan yang adil, tidak melakukan outsourcing jurnalis, memberikan honor basis di luar harga berita yang ditetapkan, serta memberikan jaminan kesehatan bagi koresponden, kontributor, stringer media di Indonesia.
Bali Democracy Forum merupakan forum kerja sama tahunan negara-negara demokrasi di Asia yang diadakan setiap Tahun di Bali. Forum ini bertujuan untuk memperkuat kapasitas dan institusi demokrasi melalui dialog yang dilakukan antar-negara. Bali Demokrasi Forum V akan dilaksanakan pada tanggal 7 - 9 November 2012 di Nusa Dua Bali.
Panitia BDF V mengundang 58 Kepala Negara dan Pemerintahan, 19 pejabat setingkat menteri dari negara peserta, serta perwakilan dari 74 negara dan organisasi internasional sebagai peninjau.
Eko Maryadi
Ketua Umum
Aliansi Jurnalis Independen (AJI)
Mobile 0811852857
- 9 kali dilihat





