x

UKJ di Kediri Didominasi Jurnalis Televisi

Aliansi Jurnalis Independen (AJI) kembali menggelar Uji Kompetensi Jurnalis (UKJ). UKJ AJI angkatan ke-17 yang digelar pada 7-8 Juli 2013 di Hotel Merdeka Kota Kediri, Jawa Timur ini diikuti 34 jurnalis dari eks Karesidenan Kediri dan Madiun. Berbeda dengan UKJ di AJI Kota lain, UKJ yang difasilitasi AJI Kota Kediri ini mayoritas diikuti oleh jurnalis media televisi, yakni 26 peserta.

“Ini menjadi fenomena baru dalam UKJ yang digelar AJI. Umumnya, UKJ yang digelar AJI diikuti jurnalis media cetak atau media siber,” ungkap Suwarjono, Sekretaris Jenderal AJI Indonesia yang juga hadir sebagai penguji.

Suwarjono memberikan apresiasi terhadap AJI Kota Kediri yang berinisiatif menyelenggarakan UKJ mandiri. Disebut UKJ mandiri, penyelenggaraan UKJ dibiayai oleh AJI Kota Kediri. “Salut untuk AJI Kota Kediri. Ini merupakan UKJ mandiri pertama di Jawa Timur. Jumlah peserta UKJ mandiri di Kediri merupakan terbesar dibanding UKJ mandiri,” ungkapnya.

Dalam UKJ di Kediri ini, tujuh penguji AJI Indonesia menguji jurnalis di tiga jenjang. Empat jurnalis jenjang utama, 16 jurnalis madya dan 14 jurnalis muda. Selama dua hari, peserta mengikuti ujian lisan, tulis dan praktik.
Para peserta juga melakukan simulasi peliputan.

Peserta UKJ melakukan simulasi reportase. Jurnalis mencari berita lalu memproduksi program berita
yang ditayangkan. Jika hasil simulasi jurnalis media cetak dan online ditampilkan dalam bentuk blog, jurnalis media televisi dituntut menghasilkan sebuah program berita televisi. Dalam waktu tiga jam, program berita selesai digarap dan siap ditayangkan, lalu dipresentasikan di depan peserta lain.

Meski masih banyak catatan, namun Satrio Arismunandar, salah satu penguji mengapresiasi, simulasi reportase peserta UKJ dari media televisi. “Hasilnya melebihi ekspektasi saya. Dalam waktu tiga jam, peserta bisa menghasilkan
program berita. Itu sudah bagus, meskipun masih ada kekurangan,” tambahnya.

Hasil UKJ yang diikuti 34 jurnalis ini akan dikirimkan ke Dewan Pers yang akan mengeluarkan sertifikat bagi jurnalis yang dinilai berkompeten. Pelaksanaan UKJ di Kota Kediri ini memperoleh sambutan antusias oleh para peserta.

Danang Sumirat, koresponden salah satu stasiun televisi
swasta mengatakan, UKJ lebih dari sekadar uji kompetensi. Namun, juga sebagai sarana belajar. Uji materi dalam UKJ seolah membuka memori berbagai materi jurnalistik yang pernah dipelajari, namun terlupakan karena aktivitas dan pragmatisme.

“Ini menjadi semacam brain storming bagi saya dan peserta yang lain. Menjadi penyegaran dan pengayaan wacana. Apalagi ada seru-seruan-nya juga,” ungkap pria berkaca mata ini sembari tergelak.

Maka UKJ ini menunjukkan pentingnya standar bagi jurnalis. Lebih dari sekadar tolak ukur profesionalitas jurnalis, standar kompetensi jurnalis ini juga diperlukan untuk melindungi kepentingan publik dan hak pribadi masyarakat.(danu sukendro/aji kediri)
Share