Siaran Pers : Penganugerahan Liputan Media Terbaik tentang Isu Anak AJI-UNICEF 2013
Tahun ini terdapat empat kategori yang dilombakan, yaitu kategori cetak/on-line, foto, televisi, dan radio. Panitia menerima 324 karya, terdiri dari 117 kategori cetak/online, 121 kategori foto, 56 kategori televisi, dan 30 kategori radio. Karya jurnalistik yang masuk ke panitia tahun ini datang dari 32 daerah dari ujung Timur sampai Barat Indonesia.
Setelah melewati seleksi administrasi, karya-karya yang masuk kemudian dinilai oleh dewan juri. Dewan juri kategori cetak/on-line adalah Yosep Adi Prasetyo (Dewan Pers), Prof. Irwanto (pemerhati isu anak), Ati Nurbaiti (AJI), dan Nuraini Razak (UNICEF). Dewan Juri kategori foto adalah Rully Kesuma (jurnalis foto Tempo), Elly Risman (Yayasan Kita dan Buah Hati), Eddy Hasby (AJI), dan Johnny Hendarta (Nikon). Dewan Juri kategori televise adalah Riza Primadi (praktisi televisi), Ezki Suyanto (KPI), Revolusi Riza (AJI), dan Regi Wirawan (UNICEF). Sedangkan dewan juri kategori radio adalah Frans P. Demon (jurnalis VoA Indonesia), Maria Ulfah (KPAI), Laban Abraham Laisila (AJI), dan Iwan Hasan (UNICEF).
Dewan juri memilih 10 nominasi karya terbaik untuk kemudian dipilih satu pemenang setiap kategori. Masing-masing pemenang mendapat hadiah berupa study trip ke Hanoi persemabahan dari UNICEF, sebuah kamera Nikon DSLR-D3000 kit, dan tabungan Niaga Xtra senilai Rp 5 juta dari CIMB Niaga.
Dewan juri memutuskan pemenang Penghargaan Liputan Media Terbaik tentang Isu Anak AJI-UNICEF 2013:
Kategori Cetak/on-line : Muhammad Miftah Faridl (Harian Surya)
Judul karya: Anakku Tidak Akan Jadi Teroris
Kategori Foto : Jefri Tarigan (jurnalis foto lepas)
Judul karya: Kakak Sayang Dilla
Kategori Televisi : Odit Praseno Hadi (Kompas TV)
Judul karya: Anak-anak Laut
Kategori Radio : Novaeny Wulandari (KBR68H)
Judul karya: Aku Dijual Ibu
Ketua Umum AJI Indonesia Eko Maryadi mengatakan, harus diakui, isu anak belum menjadi arus utama media massa. “Isu tentang anak selalu kalah menarik dibandingkan hingar-bingar berita politik, ekonomi, terorisme, dan pasti bablas digempur media bergaya sensasional dan infotainment,”
Ia mengatakan, hasil riset Divisi Perempuan AJI Indonesia terhadap 7 media cetak dan 6 media penyiaran TV pada 2012 mengkonfirmasi bahwa masalah anak di media sebagian besar (89%) muncul dari peristiwa atau kasus yang menimpa anak-anak. Selebihnya, berita media soal anak yang berdasarkan ide jurnalis atau inisiatif media hanya mencapai 11% saja.
Kepala Perwakilan UNICEF Indonesia Angela Kearney mengatakan, sebagai salah satu pilar utama demokrasi, media harus memainkan peranan penting dalam meningkatkan kesadaran para pengambil keputusan, baik di keluarga, di masyarakat, hingga di pemerintahan. Menurut dia, media telah lama menunjukkan bagaimana mereka dapat menggunakan pengarunya, dan memberikan wawasan baru mengenai isu anak. Penghargaan ini mendorong seluruh media massa di Indonesia untuk lebih banyak lagi menyampaikan informasi yang dapat menggugah para pengambil keputusan untuk ikut meneggakkan hak anak.
“Harapan kami adalah, para pemeran utama, dan media massa yang ada, mengambil potensi ini, dan mengutamakan anak-anak, terutama yang paling rentan, yang paling tak terlihat, dan menyampaikan pandangan mereka, pendapat mereka, agar mereka semua dapat didengar.” Katanya.
Karya-karya yang menjadi nominasi dan pemenang tahun ini dipamerkan di Lotte Shopping Avenue lantai GF selama sepekan. Karya jurnalistik yang menjadi nominasi dan pemenang kategori cetak/on-line dan foto pada penyelenggaraan tahun 2011 juga turut dipamerkan.
- 33 kali dilihat





