x

Biar bisa bertahan, media online lokal harus kreatif dan kredibel

Industri media, saat ini harus bertarung dengan perkembangan sosial media yang terus berevolusi dan berkembang sangat cepat. Industri media, terutama media lokal online, punya tantangan berat selain bertarung dengan media konvensional yang sudah mapan. Tantangan media online adalah memindahkan informasi konvesional ke digital dengan cara yang tidak konvesional.
 
"Media online harus independen, lebih kreatif dan inovatif,” ujar Pendiri dan Presiden Raj Medias atau pemilik situs marsactu.fr, Pierre Bouncaud dalam konferensi jurnalis dan sosial media, 4m Jakarta, Selasa (23/09/2014).
Dia menegaskan media lokal, harus mencari pendapatan dengan membuat layanan iklan yang beragam, bukan hanya sekedar ikan benner. Tetapi bisa merambah pada web televisi, video, serta layanan langgan bulanan atau minggu dengan target khusus seperti perusaahaan lokal. “Kami terus mencari model yang tepat,” katanya.
 
Yang dilakukan oleh pihaknya agar tetap berkembang, misalnya memberikan layanan informasi bisnis mingguan pada perusahaan lokal, dengan memasang tarif 500 euro, untuk langganan 50 terbitan versi PDF. “Kami harus berinvestasi di sini,” katanya.
 
Pengurus AJI Indonesia Divisi New Media dan Redaktur Pelaksana Kompas.com, Heru Margianto menegaskan di Indonesia, telah mengalami pertumbuhan pengguna sosial media yang cukup signifikan. Bahkan, dalam satu tahun mendatang, diprediksi bakal mencapai 107 juta akun.“Ini menjadi tantangan bagaimana media, melirik kesempatan ini.”
 
Tetapi, kata dia, yang terjadi saat ini para pengguna sosial media, terutama yang berusia 18-25 tahun, tidak membaca situs berita. Mayoritas, hanya mendapatkan informasi sepotong-sepotong dari sosial media yang menyebarkan berita yang dihasilkan oleh media online.”Merekapun tidak membaca media cetak, bagaimana monotaise hal ini,” ungkapnya.
 
Heru menegaskan kecenderung saat ini, media harus berevolusi dengan memberikan layanan lewat ponsel pintar. Bagaimana mendapatkan keuntungan dari layar kecil. Alasanya, hampir 60 persen masyarakat Indonesia mendapatkan informasi bukan lagi dari layar komputer desktop. ”Indonesia dalam proses transformasi digital. Mengapa media tradional harus ke online? Ini bukan meruakan opsi, tapi situasi yang harus dihadapi saat ini,” katanya.  
 
Marissa Ressa mantan jurnalis CNN di Indonesia yang saat ini menjadi Presiden dan Direktur Eksekutif Rappler Filipina menegaskan, keuntungan adanya online media adalah penyebaran informasi breaking news, yang cepat dibandingkan platform media lain.
 
Untuk mendapatkan keuntungan (dana), kata dia, yang harus dilakukan online media tidak hanya sekedar bertahan pada citadel video Communications (CVC) dan customer value maximization (CVM).”Kuncinya pada ide, kretivitas serta kredibilitas media yang harus dibangun. Kita punya tanggung jawab memverifikasi fakta walaupun dari sosial media, itu bedanya.” katanya.
Share