x

AJI Ternate : Desak Kapolda Maluku Utara Usut Tuntas Kekerasan Terhadap Wartawan

Melihat praktek kekerasan itu, yang dilakukan oleh kepolisian dari Polres Ternate, Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Kota Ternate menyatakan tiga sikap melalui siaran pers, pertama, Meminta Kapolda (Maluku Utara) Malut  mencopot Kapolres Ternate serta Wakapolres yang dianggap telah gagal memberikan pemahaman kerja-kerja jurnalistik terhadap anggotanya.

Kedua, Mendesak Kapolda Malut untuk bisa menindak tegas oknum polisi yang melakukan tindak kekerasan terhadap jurnalis serta bisa mengusut semua kasus kekerasan terhadap jurnalis di Malut, dan ketiga, mendesak Kapolda Malut untuk bisa melindungi jurnalis dalam melakukan kerja-kerja jurnalistik.

AJI Kota Ternate mencatat, insiden kekerasan terhadap kontributor Berita Satu ini kian menambah daftar panjang angka kekerasan terhadap jurnalis di Malut. “Di tahun lalu saja, angka kekerasan terhadap jurnalis di Malut tercatat delapan kasus. Dari jumlah itu satu kasus juga pernah dilakukan oknum polisi,” Kata Budhy Nurgianto Sekretaris AJI Kota Ternate.

Kejadian kekerasan berawal dari hal sepeleh di lokasi reka ulang. Saat itu, hijrah tengah keluar dari ruangan sambil mengambil gambar dan secara tak sengja, tangannya menyentuh salah satu polisi. namun polisi itu tiba-tiba memberitahukan ke rekan-rekan polisi bahwa ia dipukul oleh Hijrah. Saat itu pula, Hijra langsung dikeroyok oleh beberapa polisi hingga jatuh.

Beberapa wartawan dilokasi kejadian langsung melerai aksi kekerasan yang dilakukan kepolisian itu. Akibat dari itu, Hijrah mengalami luka lecet dibagian tangan karena menangkis pukulan dari para polisi.

 

 

Share