x

AJI Manado Gelar FGD Bahas Banjir dan Sampah

Manado- Aliansi Jurnalis Independen (AJI) kota Manado menggelar Focus Group Discussion (FGD) bersama editor media dengan pokok bahasan Banjir dan Sampah dalam Sorotan Media, Senin (07/12) pagi bertempat di hotel Sparks Lite Manado. Tampil sebagai pembicara, Kabid Pengendalian dan Pencemaran Badan Lingkungan Hidup (BLH) Propinsi Sulut, Sonny Runtuwene dan Ketua AJI Manado, Yoseph E Ikanubun.

Sejumlah masalah pokok terkait sampah dan banjir terungkap dalam FGD kali ini. Runtuwene dalam pemaparannya mengatakan, pembangunan pesat yang terjadi di Sulut turut menjadi andil masih rentannya Sulut tertimpa bencana banjir. Salah satunya dia menyorot terkait bangunan-bangunan di pinggiran Daerah Aliran Sungai (DAS) yang menyebabkan penyempitan ruang untuk menampung debit air yang tinggi saat hujan. “Di undang-undang untuk di kota besar pembangunan harus 25 meter dari samping sungai, kota sedang 50 meter dan desa 100 meter tapi kenyataannya tidak demikian,” ujarnya.

Selain itu, alih fungsi lahan juga dinilai menjadi faktor penyebab banjir di kabupaten/kota Sulut. “Alih fungsi lahan sudah cukup banyak dimana daerah resapan air beralih fungsi jadi lokasi pertanian, industri dan pemukiman, seharusnya ada daerah yang dibatasi alih fungsi lahannya supaya ke depan tidak ada lagi banjir,” tukasnya.

Sementara itu, terkait sampah, Runtuwene menilai kabupaten/kota di Sulut baikya memiliki Perda yang mengatur kebersihan salah satunya masalah sampah dan kalaupun sudah ada, Perda tersebut sebaiknya benar-benar dijalankan. Dan juga, TPA sampah sebenarnya tak hanya jadi tempat pembuangan sampah. “TPA harusnya jadi tempat pengolahan sampah dan bukan lagi hanya tempat pembuangan sampah,” tuturnya.

Di lain pihak, ketua AJI Manado Yoseph Ikanubun menilai pemberitaan terkait isu-isu lingkungan di media perlu diberikan porsi lebih. “Peran media sangat kecil dalam mengangkat isu-isu lingkungan, media sebaiknya memberikan prioritas untuk pemberitaan terkait lingkungan,” imbuhnya.

Kegiatan FGD yang diikuti sedikitnya 10 editor media cetak di Manado ini merupakan kegiatan akhir dari rangkaian program AJI Manado yang didukung Development and Peace (DnP), sebuah lembaga donor dari Kanada. Program bertajuk “Jurnalism in Naturan Resources Politics” ini berlangsung sejak September hingga Desember 2015. Sejumlah kegiatan yang dilaksanakan antara lain diskusi public, FGD, training dan fellowship untuk jurnalis, membangun jejaring dengan LSM lingkungan, media monitoring, media center isu lingkungan, serta peluncuran website khusus lingkungan.

 

Share