x

AJI Gelar Workshop Jaminan Sosial Bagi 25 Jurnalis DIY dan Jateng

Aliansi Jurnalis Independen bekerjasama dengan Friedrich Ebert Stiftung menggelar workshop “Bagaimana Sistem Jaminan Sosial Bekerja?” bagi 25 jurnalis empat kota di Hotel Merapi-Merbabu Yogyakarta, 8-9 April 2016 kemarin.

 

Para jurnalis berasal Yogyakarta (15 orang), Solo (3 orang), Semarang (6 orang), dan Purwokerto (1 orang).  Mereka bekerja di media cetak dan elektronik, baik lokal maupun nasional.

 

“Hari pertama, para peserta diajak mengenal apa itu jaminan sosial,” kata Ketua AJI Yogyakarta Anang Zakaria dalam sambutan pembukaan. “Adapun pada hari kedua, workshop akan lebih banyak membahas bagaimana cara peliputan isu jaminan sosial.”

 

Pada hari pertama, hadir Ketua DJSN Tubagus Rahmat Sentika dan anggotanya Ahmad Ansyori, Kepala Cabang Utama BPJS Kesehatan DIY Upik Handayani, Kepala Cabang BPJS Ketenagakerjaan DIY Muhammad Triono, Peneliti Pusat Kebijakan dan Manajemen Fakultas Kedokteran UGM Budi Eko Siswoyo, serta BPJS Watch Timbul Siregar.

 

Adapun pada hari kedua, peneliti asal Pusat Studi Kependudukan dan Kebijakan UGM Mulyadi Sumarto memaparkan pandangannya tentang perlindungan sosial di Indonesia menuju welfare state. Di ujung workshop, Anggota Bidang Ketenagakerjaan AJI Indonesia Aloysius Budi Kurniawan memandu peserta untuk mengeksplorasi persoalan jaminan sosial di Indonesia. Ia sekaligus membantu para peserta untuk menemukan sudut berita yang menarik dan penting untuk diangkat menjadi tema liputan.

 

Saat ini, belum semua lapisan masyrakat memahami dan paham sistem jaminan sosial dan manfaatnya. Dewan Jaminan Sosial Nasional berharap melalui workshop ini, para peserta bisa meyebarluaskan manfaat dan cara masyarkat mendapatkan jaminan sosial.

 

Ketua DJSN Tubagus Rahmat Sentika mengatakan tak boleh seorang pun warganegara Indonesia tak bisa mengakses kesehatan. “Mereka yang tak dapat pelayanan kesehatan menjadi tanggungan pemerintah,” katanya.

 

AJI dan FES telah bekerjasama sejak 2013 menggelar workshop tentang jaminan sosial di beberapa daerah di IndonesiaDi antaranya Jambi, Mataram, Pontianak, Lampung, Kendari, Mamuju, Maumere, Gorontalo, Banyuwangi, Pekanbaru, Denpasar, Semarang, dan Palembang, Medan, Samarinda, Makassar, Batam.

 

Kegiatan itu diharapkan bisa meningkatkan pemahaman dan kapasitas jurnalis tentang isu jaminan sosial. Selain bermanfaatkan sebagai pengawasan kebijakan, jurnalis juga berperan dalam menyediakan informasi yang akurat dan tepat tentang jaminan sosial. (Penulis : RANGGA MUSTAQIM-Anggota Divisi Sekolah Jurnalistik AJI Yogyakarta)

Share