x

Penganugerahan Peliputan Media Terbaik tentang isu Keadilan Pangan

Media Diminta Beri Perhatian Serius pada Isu Pangan

Jakarta: Perhatian media pada isu kedaulatan dan keadilan pangan yang masih minim menjadi bahasan utama diskusi “Keadilan Pangan di Indonesia, dari Kebijakan Pemerintah hingga Sudut Pandang Media” yang diselenggaran Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Indonesia dan Oxfam. Diskusi ini menjadi pengantar Penganugerahan Liputan Media Terbaik tentang Isu Keadilan Pangan ini berlangsung di Kedai Pos, Kawasan Kota Tua Jakarta, 9 Juni 2016.

Aryo Wisanggeni salah satu pembicara dari AJI Indonesia menyampaikan kecenderungan media menempatkan isu pangan sebatas komoditas, hanya fokus pada masalah ketersediaan (stok), distribusi dan harga. Terutama di bulan menjelang lebaran. Sedangkan kondisi petani baru mendapat perhatian media ketika kesulitan pupuk dan terjadi bencana banjir.

Tapi masalah krusial misalnya kebijakan yang tidak menguntungkan petani, ketersediaan pangan lokal, serta politisasi sektor pertanian tidak mendapat perhatian serius. ”Padahal ini masalah penting yang menyebabkan Indonesia belum berdaulat pangan, petani tak sejahtera apalagi menciptakan keadilan pangan,” kata Pengurus AJI Indonesia ini di depan sekitar 70 orang jurnalis dan masyarakat yang hadir dalam diskusi ini.

Tejo Wahyu Djatmiko, Koordinator Aliansi Desa Sejahtera menambahkan belum nampak kebijakan yang signifikan di sektor pangan yang menyokong kedaulatan dan kemandirian pangan dari pemerintah saat ini menyebabkan Indonesia kehilangan 5 juta petani selama 10 tahun terakhir. “Tahun lalu, di Jawa Tengah saja lebih dari 200 ribu petani,” kata Tejo di forum yang sama. 

Sementara itu Dini Widiastuti, Direktur Program Keadilan Ekonomi Oxfam di Indonesia menyampaikan tidak sekedar berdaulat, keadilan pangan menjadi isu penting hari ini. “Proses produksi yang baik, harga yang wajar bagi petani dan konsumen juga perlu mendapat perhatian serius untuk mencapai keadilan pangan,” katanya.

Melihat pentingnya isu pangan ini, AJI dan Oxfam mendorong jurnalis dan media memberikan perhatian lebih besar pada isu pangan. Penghargaan karya jurnalistik kategori cetak/ online dan fotografi ini salah satu upaya agar jurnalis serius mengulas masalah pangan. “Jika ada jurnalis yang bersemangat, terutama di tingkat lokal mengulas isu ini akan mempercepat perubahan,” kata Tejo yang sekaligus juri penghargaan tahun ini.

Dari 103 karya jurnalistik cetak/online dan 52 karya jurnalistik foto isu pangan yang masuk ke meja panitia AJI Indonesia dari berbagai daerah dan media lokal serta nasional tahun ini, juri menetapkan 10 karya dari masing-masing kategori yang mengulas isu pangan secara mendalam masuk sebagai nominasi. Dewan Juri kategori Cetak-Online diantaranya adalah Harry Surjadi (jurnalis senior), Tejo Wahyu Jatmiko (ADS), Renjani Pusposari (AJI), dan Dini Widiastuti (oxfam), memilih karya Akbar Tri Kurniawan (Majalah Tempo) berjudul Tergilas Raksasa Broiler menjadi pemenang terbaik kategori cetak-online.

 

Dari kategori fotografi, juri yang terdiri dari Arbain Rambey (KOMPAS), Rully Kesumah (TEMPO), NG Swan Ti (PannaFoto Institute), dan Andy Cipta Asmawaty (OXFAM), memilih foto berjudul Memanen Kacang Hijau, karya: Raditya Mahendra Yasa, Harian Kompas Biro Jateng sebagai pemenang.

 

Sedangkan karya Agus Setiyono (Satelit Post-Purwokerto) berjudul Meregang Nyawa di Bawah Pohon Nira (Menggugat Ketidakadilan Juragan Gula Kelapa) terpilih sebagai karya jurnalis lokal berpotensi. Dan karya Retno Palupi (Sindo Palembang) yang mengulas Kemandirian Petani Kopi Lereng Dempo sebagai pemenang kategori jurnalis perempuan.

 

Program Manager AJI Indonesia, Febrina Galuh menjelaskan dua kategori khusus yaitu karya jurnalis lokal berpotensi dan karya jurnalis perempuan berpotensi muncul dari kategori cetak/online, karena minimnya karya dari jurnalis media lokal, juga khususnya fotografer perempuan yang masuk ke meja panitia dan layak sebagai pemenang. Kategori khusus ini dilakukan sebagai upaya mendorong lebih banyak lagi jurnalis di media lokal dan jurnalis perempuan yang dapat mengembangkan potensi mereka dalam mengawal isu pangan ini.

 

Para pemenang tahun ini mendapat kesempatan melakukan study trip ke Kamboja serta masyarakat dapat menikmati karya nominasi dan pemenang, di Kedai Pos, Kawasan Kota Tua, Jakarta. Pameran karya pemenang itu diselenggarakan hingga tanggal 10 Juni 2016 

 

Berikut daftar nominasi dan pemenang.

 

Kategori Cetak – Online

NOMINASI:

1.      Tergilas Raksasa Broiler

Penulis: Akbar Tri Kurniawan - Majalah Tempo

2.      Di Pinggiran City Walk, Perut Kami Terisi (I), Dilema Penataan Kota dan Hadirnya Kaum Urban (II), Meniru Jejak Kolonel Sanders (III)

Penulis: Ayu Prawitasari - Koran Solo Pos

3.      (-) Kemandirian Petani Kopi Lereng Dempo (bagian 1/ bersambung) : Bekerja Keras untuk Bertahan Hidup

(-) Secangkir Kopi dan Kemandirian Petani Lereng Dempo (bagian 2/habis) : Sebutir Kopi Rezeki Petani

Penulis: Retno Palupi - Sindo Palembang

4.      (-) Samin Melawan Semen (dan Sambungannya)

(-) Sedulur Sikep Pertahankan Tanah

Penulis: Dandhy D Laksono – The Nat Geo Times

5.      Upaya Merenda Asa Bergelora

Penulis: Cornelius Helmy - Kompas

6.      Tetap Sejagtera di Era Perubahan Iklim

Penulis: Cornelius Helmy - Kompas

7.      Suparjiyem: Pejuang Pangan dari Gunung Kidul

Penulis: Haris Firdaus - Kompas

8.      Ketika Garam Asing Diizinkan Masuk

Penulis: Abdullah Fikri Ashri – Kompas

9.      Sapi Minoritas di Ibu Kota

Penulis: Akbar Tri Kurniawan – Majalah Tempo

10.  Meregang Nyawa di Bawah Pohon Nira (Menggugat Ketidakadilan Juragan Gula Kelapa)

Penulis: Agus Setiyanto - SatelitPost/ satelitnews.co

 

Pemenang Terbaik:

Tergilas Raksasa Broiler

Penulis: Akbar Tri Kurniawan - Majalah Tempo

 

Pemenang Berpotensi dari Media Lokal:

Meregang Nyawa di Bawah Pohon Nira (Menggugat Ketidakadilan Juragan Gula Kelapa)

Penulis: Agus Setiyanto - SatelitPost/ satelitnews.co                    

Pemenang Berpotensi – Jurnalis Perempuan:

(-) Kemandirian Petani Kopi Lereng Dempo (bagian 1/ bersambung) : Bekerja Keras untuk Bertahan Hidup

(-) Secangkir Kopi dan Kemandirian Petani Lereng Dempo (bagian 2/habis) : Sebutir Kopi Rezeki Petani

Penulis: Retno Palupi - Sindo Palembang

 

Kategori Foto

 

NOMINASI:

1.      Memanen Kacang Hijau

Karya: Raditya Mahendra Yasa – Harian Kompas Biro Jateng

2.      Memanfaatkan Tepi Waduk Wadas Lintas

Karya: Anis Efizudin – Antara foto

3.      Solat Minta Hujan

Karya: Sofan Kurniawan - Jawapos Radar Mojokerto

4.      Stok Pangan

Karya: Maman Sukirman – Koran Sindo

5.      Memanfaatkan Lahan di Pinggir Danau

Karya: Arifin Al Alamudi - Harian Tribun Medan

6.      Mencari Oase Ditengah Kekeringan

Karya: Masyudi Firmansyah – Majalah Makassar Terkini

7.      Menjemur Ebi

Karya: Masyudi Firmansyah – Majalah Makassar Terkini

8.      Seren Taun di Sindang Barang

Karya: Feri Latief – National Geographic Indonesia

9.      Penyusutan Lahan Pertanian

Karya: Arif Nugroho – Koran Sindo

10.  Kampanye Makanan Tradisional

Karya: Irsan Mulyadi – Antara foto

 

Pemenang Terbaik:

Memanen Kacang Hijau

Karya: Raditya Mahendra Yasa – Harian Kompas Biro Jateng  

Share