x

Master Class HNJA 2018 Beri Pemahaman Tentang Angka Harapan Hidup

Menurut Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas), penduduk Indonesia diperkirakan akan mencapai 273,65 juta jiwa pada 2025. 

Pada tahun yang sama angka harapan hidup diperkirakan mencapai 73,7 tahun, suatu peningkatan yang cukup tinggi dari angka 69,0 tahun pada saat ini.

Selain itu, dalam periode 20 tahun yang akan datang, Indonesia diperkirakan dapat menekan angka kelahiran total (Total Fertility Rate -TFR) dan angka kematian bayi (Infant Mortality Rate - IMR) serta meningkatkan proporsi penduduk usia lanjut.

Angka harapan hidup  merupakan alat untuk mengevaluasi kinerja pemerintah dalam meningkatkan kesejahteraan penduduk pada umumnya, dan meningkatkan derajat kesehatan pada khususnya. 

 Dan angka harapan hidup juga  merupakan alat untuk mengevaluasi kinerja pemerintah dalam meningkatkan kesejahteraan penduduk pada umumnya, dan meningkatkan derajat kesehatan pada khususnya. 

Angka Harapan Hidup yang rendah di suatu daerah harus diikuti dengan program pembangunan kesehatan, dan program sosial lainnya termasuk kesehatan lingkungan, kecukupan gizi dan kalori termasuk program pemberantasan kemiskinan.

Untuk lebih memberi pemahaman tentang angka harapan hidup, Sekolah Jurnalisme Aliansi Jurnalis Independen (SJ AJI) menggelar Program Master Class Health and Nutrition Journalis bersama Danone Indonesia, Selasa 30 Januari 2018 di Diskusi Kopi, Jakarta. 

Arif Mujahidin, Communication Director Danone Indonesia dalam sambutannya mengatakan Master Class HNJA digelar untuk merefresh kembali untuk siswa HNJA angkatan I dan jurnalis mengenai kesehatan khususnya angka harapan hidup. 

“Harapan saya semoga dengan kegiatan Master Class HNJA ini dapat membantu rekan-rekan jurnalis untuk mendalami isu kesehatan,” ujar Arif. 

Dalam kegiatan ini, dihadirkan dua pembicara Ardhiantie dari Direktorat Kesehatan dan Gizi Masyarakat, Kementerian PPN/Bappenas dan dr Nurlely Bethesda Sinaga. 

Ketua Umum AJI Indonesia, Abdul Manan dalam sambutannya mengakui jika media kurang memberi ruang untuk isu-isu kesehatan. 

“Karena itu, AJI Indonesia konsen terhadap isu-isu kesehatan untuk memberi pemahaman lebih luas kepada jurnalis dalam mencari isu kesehatan sehingga menjadi berita yang menarik,” kata Abdul Manan. 

Master Class HNJA 2018 diikuti sebanyak 12 jurnalis, selain siswa HNJA angkatan I juga jurnalis Jakarta. 

 

Share