Master Class (HNJA) Sekolah Jurnalisme AJI – Danone Indonesia
Master Class Health and Nutrition Journalist Academy (HNJA)
Sekolah Jurnalisme AJI – Danone Indonesia
Penyelenggaraan:
Hari/Tanggal : Kamis, 1 Agustus 2019
Waktu : Pkl. 10.00 – 13.00 WIB
Tempat : Hotel Mercure Sabang, Ruang Sabang 4, Lobby Level
Jl. H. Agus Salim No.11-13, Jakarta Pusat
Tema : Kesejahteraan Ibu dan Anak dalam Capaian SDGs, Masihkah Tertinggal?
A. Summary
Indonesia akan melaporkan capaian pelaksanaan SDG’s dalam forum Voluntary National Reviews (VNR) tingkat menteri yang akan dihelat di Majelis Umum Persatuan Bangsa Bangsa (PBB) pada 15 Juli 2019. Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) akan memaparkan capaian pelaksanaan dan pemenuhan poin-poin dari tujuan pembangunan berkelanjutan ini khususnya khususnya sasaran (goal) 4, 8, 10,13,15, 16 dan 17.
Selain itu Indonesia akan melaporkan kemajuan dari sasaran-sasaran lainnya yang dilaporkan pada 2017 lalu dalam forum yang sama. VNR 2017 merupakan referensi bagi pemerintah untuk meningkatkan efektivitas dan efisiensi kebijakan nasional dan sub –nasional Indonesia. Dalam ulasan VNR 2017, pemerintah menyoroti pentingnya mengurangi kemiskinan dan meningkatkan kesejahteraan melalui dua aspek utama, yakni (1) meningkatkan kualitas sumber daya manusia dan (2) meningkatkan peluang ekonomi dan mata pencaharian berkelanjutan.
Sementara pada VNR 2019, Pemerintah menunjukkan upaya yang dilakukan mengurangi ketimpangan. Indikatornya adalah pertumbuhan ekonomi yang tinggi dan inklusif, peningkatan kesempatan kerja dan peningkatan akses pendidikan di semua tingkatan, pengurangan emisi gas rumah kaca, dan tata kelola pemerintahan.
Terkait perkembangan capaian goal-goal yang telah disampaikan pada 2017 lalu, Bappenas menyampaikan mempunyai tantangan besar dalam pelaksanaan SDGs, utamanya adalah perlambatan pengentasan kemiskinan. Merujuk data Susenas Maret 2018 menyebutkan terdapat 20,2 persen populasi masih rentan terhadap kemiskinan. Sehingga perlu langkah permberdayaan agar kelompok tersebut tidak jatuh dalam kemiskinan.
Terkait Sasaran (goal) 2 tentang “Tidak ada Kelaparan” yang difokuskan pada pencapaian peningkatan nutrisi dan ketersediaan makanan. Pada tiga indikator, prevalensi anak stunting di bawah lima tahun turun dalam 10 tahun menunjukkan meskipun proporsinya tetap tinggi yaitu 30,8 persen pada 2018, prevalensi wasting pada anak di bawah lima tahun menurun secara signifikan dari 13,6 persen (2007) menjadi 10,2 persen (2018).
Selain itu, kualitas konsumsi makanan meningkat, ditunjukkan dengan skor yang lebih tinggi dari yang diinginkan pada pola diet (DDP) dari 75,7 (2009) menjadi 90,7 (2018). Ini menunjukkan ketersediaan pangan,keanekaragaman pangan, pengetahuan masyarakat tentang pangan dan gizi, fisik dan ekonomi aksesibilitas telah meningkat dari waktu ke waktu
Meski demikian masih terdapat tantangan yang cukup signifikan dalam mengatasi gizi buruk pada anak karena masalah kesejahteraan dan ketahanan pangan rumah tangga saling berkaitan. Ketahanan pangan rumah tangga yang rendah menyebabkan kualitas dan kuantitas asupan gizi anak- anak rendah.Faktor ini berkorelasi dengan rendahnya tingkat pendidikan orang tua, lingkungan yang buruk, kondisi seperti akses ke sanitasi dan air bersih), dan akses rendah ke fasilitas kesehatan Demikian juga dengan Goal 3 “Kesehatan dan Kesejahteraan yang Baik”. Pemerintah menyatakan dalam laporan tersebut telah melakukan upaya untuk memastikan kehidupan yang sehat dan mempromosikan kesejahteraan untuk semua usia dengan mengurangi angka kematian ibu dan bayi, memerangi penyakit menular dan tidak menular dan mempromosikan jaminan kesehatan nasional.
Sehingga angka kematian ibu (AKI) yang tercatat pada akhir implementasi Millenials Development Goals (MDGs) 2015 305 per 100.000 kelahiran hidup (Penduduk Antar Sensus Survei / SUPAS 2015). MMR telah berkurang dari 346 (Populasi Cencus / SP 2010), yang merupakan tingkat reduksi tahunan (ARR) 2,40%. Sedangkan target nasional 306 per 100.000 kelahiran hidup pada 2019 telah tercapai.
Namun, MMR global target kurang dari 70 per 100.000 kelahiran hidup pada tahun 2030 hanya dapat dicapai dengan ARR 9,50 persen. Sedangkan angka kematian bayi (IMR) dan angka kematian balita (U5MR) berlanjut. Pemerintah menyatakan masih berupaya untuk mengurangi angka yang ada hingga target 2030 hingga mencapai 12 per 1.000 kelahiran hidup dan U5MR setidaknya serendahnya 25 per 1.000 kelahiran hidup.
Dari data laporan yang disampaikan, kita masih melihat bahwa pemerintah pada beberapa tujuan juga masih belum mencapai target yang diinginkan. Hal ini tercermin dari analisa dari ulasan tersebut. Patut menjadi upaya untuk semua pihak, termasuk jurnalis mengelaborasi tantangan-tantangan yang masih dimiliki oleh pemerintah.
Karena itu Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Indonesia dan Danone bekerja sama menyelenggarkan dan Master Class Kesehatan sekaligus kick off Health and Nutritio Journalist Academy 2019. Upaya ini adalah bagian dari komitmen kedua lembaga untuk mendorong agar isu kesejahteraan ibu dan anak mendapat perhatian serius dalam rencana kerja pemerintah.
B. Tujuan
1. Meningkatkan pemahaman jurnalis mengenai kesejahteraan ibu, anak lebih komprehensif
2. Memberikan informasi terkini mengenai pencapaian SDGs khususnya terkait kesejahteraan untuk
ibu dan anak, dan faktor-faktor yang melatarbelakanginya
3. Mendorong jurnalis aktif terlibat dalam kampanye pencapaian SDGs melalui karya jurnalistik yang
bermutu terkait isu kesehatan dan kesejahteraan ibu anak.
4. Memberikan ruang bagi jurnalis berbagi pengalaman melakukan peliputan isu kesejahteraan ibu
dan anak.
C.Peserta
Peserta kegiatan ini terbuka untuk alumni HNJA angkatan I (2017) dan angkatan II (2018) serta para
jurnalis di Jabodetabek.
D. Pembicara
1. Direktorat Kesehatan Gizi dan Masyarakat , Bappenas
2. Zumrotin K Susilo, Yayasan Kesehatan Perempuan
3. dr Sarah Angelique, APPNIA *)
Untuk Konfirmasi Kehadiran, silakan mengisi melalui link form ini :
http://bit.ly/KonfirmasiKehadiranPeserta_MassterClassHNJA
Narahubung :Dian Yuliastuti (0878-8412-6405) atau Arie (0857-8219-4068)
Email : sekolahjurnalismeaji@gmail.com
*) Dalam Konfirmasi
- 7 kali dilihat





