Pada momentum World Press Freedom Day 2026 atau Hari Kebebasan Pers Sedunia yang diperingati setiap tanggal 3 Mei, Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Indonesia menegaskan bahwa kebebasan pers bukan sekadar slogan tahunan, melainkan fondasi utama demokrasi yang sehat, transparan, dan akuntabel.
Tanpa pers yang bebas, tidak ada kontrol terhadap kekuasaan, dan tanpa kontrol, demokrasi hanya menjadi...
Kekerasan terhadap jurnalis dalam aksi massa bukan pertama kali terjadi
Apa yang terjadi pada Ghinan adalah penghambatan pada kerja-kerja jurnalis
Program ini akan diberikan kepada 10 jurnalis terpilih, dengan komposisi 5 peserta akan berasal dari Jakarta, 5 dari luar Jakarta.
This arrest was none other than an attempt to silence journalists and media who were critical to the government.
Penahanan ini hanya upaya untuk membungkam jurnalis dan media yang melancarkan kritik terhadap pemerintah.
Pemberian remisi sama saja menciptakan preseden buruk bagi kemerdekaan pers.
Ditjen Pemasyarakatan mengklaim draf pembatalan remisi untuk Susrama sudah diserahkan ke Sekretariat Negara
Jurnalismedata.id menjadi platform yang bisa diakes secara cuma-cuma oleh publik untuk belajar jurnalisme data
Upah kerja yang rendah, gaji yang telat dibayar, dan kekerasan fisik menjadi tiga ancaman terbesar bagi para jurnalis di Indonesia
Sekolah Jurnalisme AJI (SJAJI) bekerja sama dengan The Global Reporting Initiative (GRI) akan menyelenggarakan Training dengan tema “ Storytelling for Creating Public Demand for Corporate
AJI Indonesia - Sekolah Jurnalisme AJI (SJAJI) bekerja sama dengan The Global Reporting Initiative (GRI) akan menyelenggarakan Training dengan tema “ Storytelling for Creating Public Demand for
Indonesian President Joko Widodo’s decision to reduce I Nyoman Susrama’s sentence has obstructed justice and hurt not only the victim’s family but also the country’s press community.
Kebijakan presiden yang mengurangi hukuman itu melukai rasa keadilan tidak hanya keluarga korban, tapi jurnalis di Indonesia.
Pemberian grasi oleh Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) terhadap I Nyoman Susrama yang menjadi otak pembunuh wartawan Radar Bali, Jawa Pos Grup, AA Gde Bagus Narendra Prabangsa adalah langkah mundur
Kode etik yang buruk bisa menggiring zaman ke era orde baru.
















